Selasa, 23 Oktober 2018

desain grafis


                      penerapan  dan prinsip dalam pembuatan desain grafis.  

 

      
  Desain Grafis yang merupakan salah satu bagian dari seni rupa terapanadalah sebuah seni yang berbentuk komunikasi visual yang menggunakan objek gambar sebagai ekspresi dari seorang seniman dalam menyampaikan pesan seefektif mungkin kepada para penikmatnya. Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil dari abtraksi simbol-simbol yang bisa disembunyikan. Seni grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art.


Berikut adalah pembahasan dari penerapan prinsip-prinsip seni grafis dalam desain komunikasi visual
1. Batasan Media
Dalam pembahasan pertama mengenai penerapan prinsip-prinsip desain grafis dalam DKV adalah  batasan media. Desain grafis pada dasar awal pembuatanya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. sejalan dengan perkembangan waktu desain grafis juga diterapkan dalam media lain seperti media elektronik, yang mencakup pengolahan ruang.
2. Prinsip dan Unsur Desain Grafis
Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut adalah (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsipdasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut termasuk keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi (propotion), dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.
3. Peralatan Desain Grafis
Peralatan yang digunakan oleh desainer grafis adalah ide, akal, mata, tangan, alat gambar, dan komputer. sebuah konsep, ide, atau gagasan dari seorang desainer grafis bisanya belum disebut sebuah desain sebelum direalisasikan atau dinyatakan dalam bentuk visual. maka dari itu, hasil karya akan dinyatakan sudah ada ketika sudah dalam bentuk gambar.
Dalam sejarahnya pada pertengahan tahun 1980, keberadaan desktop publishing serta pengenalan sejumlah aplikasi perangkat lunak (software) grafis memperkenalkan satu generasi desainer pada manipulasi image dengan komputer dan penciptaan image 3D yang sebelumnya merupakan suatu usaha yang sulit bagi seorang desainer grafis karena harus bekerja secara manual.
Desain grafis dengan menggunakan komputer memungkinkan seorang perancang untuk melihat hasil dari tata letak atau perubahan tipografi dengan lebih efisien tanpa menggunakan tinta atau pena, atau untuk mensimulasikan efek dari media tradisional tanpa perlu menuntut banyak ruang.
Seorang perancang grafis menggunakan sketsa untuk mengekplorasi ide-ide yang kompleks secara cepat, dan setelah itu mereka mempunyai kebebasan untuk memilih alat untuk menyelesaikannya baik dengan cara manual menggunakan tangan atau memilih menggunakan komputer.
4. Desktop Publising
    • Adobe Photoshop
    • Adobe Ilustrator
    • Page Maker
    • Coreldraw
    • GIMP
    • Inkscape
    • Adobe Freehand
    • Adobe Image
5. Webdesign
    • Macromedia dreamweaver
    • Microsoft Frontpage
    • Notepad
    • Adob Photoshop
6. Audiovisual
    • Adobe After Effect
    • Adobe Premier
    • Final Cut
    • Adobe Flash, atau sebelum macromedia flash
    • Ulead Video Studio
    • Magic Movie Edit Pro
    • Power Director      
    • Tujuan Mempelajari Desain Grafis
  • Mempelajari suatu ilmu tidak akan mengingkari manfaatnya, begitu juga dengan mempelajari mengenai dasain grafis, tujuan mempelajari desain grafis dapat dipaparkan dalam beberapa poin berikut:
      1. mempelajari desain grafis secara langsung akan menambah wawasan untuk mengenal desain grafis yang sejatinya bisa diterapkan dalam berbagai bidang desain.
      2. belajar desain grafis akan membantu memahami elemen desain grafis sebagai pengolah visual data informasi multimedia.
      3. memahami elemen desain grafis sebagai alat yang dapat menyampaikan pesan yang selektif, efisien, komunikatif, dan estetis dalam konteks media.
      4. membantu menguasai teknik dasar tentang mendesin sehingga dapat mengantisipasi perkembangan dunia kewirausahaan dan pemasaran global secara lebih universal.
    Manfaat Desain Grafis dibidang Pendidikan
    Manfaat desain grafis di bidang pendidikan dapat dilihat dari berbagai segi, diantaranya adalah:
      1. Mempercepat proses belajar mengajar dengan cara menyajikan suatu pelajaran dalam bentuk grafis.
      2. Memperkenalkan dunia desain grafis kepada sisa sehingga siswa dapat terinspirasi dan bisa mengimplementasikan didalam lingkunganya.
      3. Memperkenalkan kepada siswa tentang program aplikasi desain grafis.
      4. Mempersiapkan siswa agar dapat memahami pesan-pesan yang disampaikan dalam bentuk grafis.

    Secara Garis Besar, Desaian Grafis dibedakan dalam Beberapan Kategori:
      1. Printing (percetakan), yang didalamnya memuat desain buku, majalah, poster, booklet, leaflet, flayer, pamflet, periklanan, dan publikasi lain sejenisnya.
      2. Web Desain, desain untuk halaman web
      3. Film, termasuk didalamnya CD, DVD, CD Multimedia untuk promosi.
      4. Identifikasi (Logo), EGD (Environmental Graphic design), yang merupakan desainer profesional yang mencakup desain grafis, desain arsitek, desain industri, dan arsitek taman.
    Lingkup Kerja Graphic Desainer
      1. Buku, buku buku yang biasanya bertemakan modern  non-fiksi dan buku pelajaran akan sangat membutuhkan ilustrasi grafis dan informasi visual, termasuk fotografi dan teks.
      2. Majalah, alasan utama dari pemegang bisnis majalah mempertahankan gambar pada majalah adalah untuk mencapat segmentasi dan target pembaca tertentu. cara untuk membedakan majalah dengan buku atau koran adalah melalui bentuk tulisan, menambah kolom-kolom dan memanfaatkan ruang-ruang kosong.
      3. Koran, setiap surat kabar memiliki gaya visual yang tidak akan sama, hanya layout nya saja akan mengikuti alur pola visual standar. teks dan foto merupakan komponen utamayang disajikan secara seimbang oleh manajemen editorial. layout manual selalu dibuat meskipun teknologi komputer telah menyediakan setting secara instan.
      4. Leaflet, brosur, dan newsletter, leaflet secara cepat dapat divisualisasikan pada ukuran tertentu mendasarkan rasional desain elemen-elemenya dengan mengikuti formula tertentu. Newsletter memerlukan pendekatan yang lebih hati-hati. Jenis ukuran yang lebih variatif, pembagian kolom secara vertikal, kekontrasan gambar, dan layout juga penting untuk diberikan selayaknya pada pembuatan surat kabar.
      5. Logos (Corporate Image), mendesain sebuah logo memegang peranan yang sangat penting dan memakan biaya yang besar dalam bidang grafis. Seluruh elamen yang menjadi unsur-unsurnya haruslah bermakna, komunikatif, dan menggambarkan image perusahaan atau lembaga yang menggunakannya.1.Proporsial (Proportion)
        Proporsi pada dasarnya merupakan prinsip dari sebuah desain grafis yang berfungsi dalam keselarasan atau keserasian sebuah hasil pembuatan cipta karya yang membutuhkan perbandingan yang cocok untuk hasil yang desain yang bagus atau tepat. Kesatuan ini sangat membantu semua elemen yang ada seperti kepunyaan bersama. Pada intinya, proporsi ini sebuah perbandingan secara sistematik pada sebuah bidang yang ada. Ada pula Proporsi Agung atau sebutan lainnya adalah The Golden Man merupakan proporsi yang sangat terkenal dalam pemakaiannya dari seni rupa hingga ke tingkat yang lebih tinggi yang menggabungkan semua unsur dan dapat dijangkau dengan memberikan hubungan yang satu dengan yang lain sebuah elemen
        1.Irama (Rhythm)
        Irama merupakan sebuah pola pengulangan oleh sebuah unsur yang berbeda dan pergerakan secara berurutan yang berkelanjutan. Prinsip ini sesungguhnya ialah hubungan perulangan dan juga bentuk unsur rupa. Penempatan dalam sebuah desain keluaran atau layout secara berulang memberikan hasil yang halus,  santai, dan tenang. Pengulangan dan variasi merupakan kunci dalam pembentukan sebuah ritme visual. Ada beberapa macam irama, antara lain Regular rhythm, Flowing rhythm, dan Progressive rhythm.
        2.Keseimbangan (Balance)
        Keseimbangan merupakan kondisi sebuah desain atau pun benda yang membuat semua kekuatan jadi bekerja dan tidak saling menghilangkan satu dengan yang lain. Ada dua prinsip dasar dari sebuah keseimbangan.
        1. Keseimbangan Simetris, adalah keseimbangan yang terjadi secara tegak lurus. Keseimbangan kali ini seperti menggunakan dua buah elemen yang mirip seperti menggunakan sebuah kaca cermin.
        2. Keseimbangan Asimetris, ialah keseimbangan yang terlihat sama tetapi dalam pengaturan berat atau bobot yang berbeda.
        3.Kesatuan (Unity)
        Kesatuan merupakan hubungan yang penting, karena dengan ketidak-adaan dari kesatuan ini semua akan terlihat berantakan. Jadi prinsip kesatuan ini merupakan penyatu dari semua elemen yang ada.
        4.Harmoni (Keselarasan)
        Keselarasan atau harmoni merupakan sebuah bentuk, warna, tema, ukuran dan lain sebagainya. Ternyata keselarasan ini memunculkan suatu keseimbangan dengan prinsip kesatuan.
        5.Kontras (Contrast)
        Prinsip kontras ini adalah prinsip yang bertujuan untuk menjauhkan bagian desain dalam bidang yang tampak sama. Jika bagian yang tidak diinginkan sama maka secara otomatis akan membuat berbeda dari yang lain. Kontras ini menjadi visualisasi yang membuat ketertarikan-nya sendiri dan kontras inilah yang menarik pertama kali peminat pembaca.   
        sekian terima kasih :)

1 komentar: